June, 2015

now browsing by month

 

Kuliner Bogor

Brownies Mini NGAKAK - BOTRAM 2015 9

Kuliner Bogor kini makin beragam dengan hadirnya Brownies NGAKAK, brownies mini yang sudah mulai menyusul popularitas para pendahulunya kuliner khas Bogor seperti Asinan Bogor, Roti Unyil, Lapis Bogor, Toge Goreng, dll.

Bogor – Kini & Doeloe – Buitenzorg

Wisata Kuliner Bogor Sekarang & Doeloe

Wisata Kuliner Bogor Sekarang & Doeloe

Angkot Bogor

Kota Bogor, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 54 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Luasnya 21,56 km², dan jumlah penduduknya 950.334 jiwa (2010). Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 68 kelurahan. Pada masa kolonial Belanda Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg (berarti “tanpa kecemasan” atau “aman tenteram”).

Hari jadi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor diperingati setiap tanggal 3 Juni, karena tanggal 3 Juni 1482 merupakan hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.

Bogor (berarti “enau”) telah lama dikenal dijadikan pusat pendidikan dan penelitian pertanian nasional. Di sinilah berbagai lembaga dan balai-balai penelitian pertanian dan biologi berdiri sejak abad ke-19. Institut Pertanian Bogor, berdiri sejak awal abad ke-20.

 

Letak

Kota Bogor terletak di antara 106°43’30”BT – 106°51’00”BT dan 30’30”LS – 6°41’00”LS serta mempunyai ketinggian rata-rata minimal 190 meter, maksimal 350 meter dengan jarak dari ibu kota kurang lebih 60 km.

Kota Bogor mempunyai luas wilayah 118,5 km² dan mengalir beberapa sungai yang permukaan airnya jauh di bawah permukaan dataran, yaitu: Ci (Sungai) Liwung, Ci Sadane, Ci Pakancilan, Ci Depit, Ci Parigi, dan Ci Balok. Topografi yang demikian menjadikan Kota Bogor relatif aman dari bahaya banjir alami.

 

Batas Wilayah

Kota Bogor berbatasan dengan kecamatan-kecamatan dari Kabupaten Bogor sebagai berikut:
Utara Sukaraja, Bojonggede, dan Kemang
Timur Sukaraja dan Ciawi
Selatan Cijeruk dan Caringin
Barat Kemang dan Dramaga

Iklim, topografi, dan geografi

 

Sejarah

Monumen Kujang, Bogor. Puncak monumen melambangkan senjata tradisional Bogor “Sang Kujang”

Abad kelima

Bogor dari sejarahnya adalah tempat berdirinya kerajaan pertama yang dikenal di Indonesia – Kerajaan Hindu Tarumanagara di abad kelima. Beberapa kerajaan lainnya lalu memilih untuk bermukim di tempat yang sama dikarenakan daerah pegunungannya yang secara alamiah membuat lokasi ini mudah untuk bertahan terhadap ancaman serangan, dan disaat yang sama adalah daerah yang subur serta memiliki akses yang mudah pada sentra-sentra perdagangan saat itu. Namun hingga kini, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh beberapa erkeolog ternama seperti Prof. Uka Tjandrasasmita, keberadaan tempat dan situs penting yang menyatakan eksistensi kerajaan tersebut, hingga kini masih belum ditemukan bukti otentiknya.

Kerajaan Pajajaran

Di antara prasasti-prasasti yang ditemukan di Bogor tentang kerajaan-kerajaan yang silam, salah satu prasasti tahun 1533, menceritakan kekuasaan Raja Prabu Surawisesa dari Kerajaan Pajajaran, salah satu kerajaan yang paling berpengaruh di pulau Jawa. Prasasti ini dipercayai memiliki kekuatan gaib, keramat dan dilestarikan hingga sekarang.

Pakwan yang merupakan ibu kota pemerintahan Kerajaan Pajajaran diyakini terletak di Kota Bogor, dan menjadi pusat pemerintahan Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja Ratu Haji I Pakuan Pajajaran) yang dinobatkan pada 3 Juni 1482. Hari penobatannya ini diresmikan sebagai hari jadi Bogor pada tahun 1973 oleh DPRD Kabupaten dan Kota Bogor, dan diperingati setiap tahunnya hingga saat ini.[1]

Zaman Kolonial Belanda

Setelah penyerbuan tentara Banten, catatan mengenai Kota Pakuan hilang, dan baru ditemukan kembali oleh ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Scipio dan Riebeck pada tahun 1687. Mereka melakukan penelitian atas Prasasti Batutulis dan beberapa situs lainnya, dan menyimpulkan bahwa pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran terletak di Kota Bogor.

Pada tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron van Imhoff membangun Istana Bogor seiring dengan pembangunan Jalan Raya Daendels yang menghubungkan Batavia dengan Bogor. Bogor direncanakan sebagai sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal. Dengan pembangunan-pembangunan ini, wilayah Bogor pun mulai berkembang.

Setahun kemudian, van Imhoff menggabungkan sembilan distrik (Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Dramaga dan Kampung Baru) ke dalam satu pemerintahan yang disebut Regentschap Kampung Baru Buitenzorg. Di kawasan itu van Imhoff kemudian membangun sebuah Istana Gubernur Jenderal. Dalam perkembangan berikutnya, nama Buitenzorg dipakai untuk menunjuk wilayah Puncak, Telaga Warna, Megamendung, Ciliwung, Muara Cihideung, hingga puncak Gunung Salak, dan puncak Gunung Gede.

Kebun Raya Bogor

Ketika VOC bangkrut pada awal abad kesembilan belas, wilayah nusantara dikuasai oleh Inggris di bawah kepemimpinan Gubernur Jendral Thomas Rafless yang merenovasi Istana Bogor dan membangun tanah di sekitarnya menjadi Kebun Raya (Botanical Garden). Di bawah Rafless, Bogor juga ditata menjadi tempat peristirahatan yang dikenal dengan nama Buitenzoorg yang diambil dari nama salah satu spesies palem.

Hindia Belanda

Setelah pemerintahan kembali kepada pemerintah Belanda pada tahun 1903, terbit Undang-Undang Desentralisasi yang menggantikan sistem pemerintahan tradisional dengan sistem administrasi pemerintahan modern, yang menghasilkan Gemeente Buitenzoorg.

Pada tahun 1925, dibentuk provinsi Jawa Barat (propince West Java) yang terdiri dari 5 karesidenan, 18 kabupaten dan kotapraja (staads gementee). Buitenzoorg menjadi salah satu staads gementee.

Zaman Jepang

Pada masa pendudukan Jepang pada tahun 1942, pemerintahan Kota Bogor menjadi lemah setelah pemerintahan dipusatkan pada tingkat karesidenan.

Pasca kemerdekaan

Pada tahun 1950, Buitenzorg menjadi Kota Besar Bogor yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 16 tahun 1950[2].

Pada tahun 1957, nama pemerintahan diubah menjadi Kota Praja Bogor, sesuai Undang-Undang nomor 1 tahun 1957[3].

Kota Praja Bogor berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor, dengan Undang-Undang nomor 18 tahun 1965[4] dan Undang-Undang nomor 5 tahun 1974[5].

Kotamadya Bogor berubah menjadi Kota Bogor pada tahun 1999 dengan berlakunya Undang-Undang nomor 22tahun 1999[6].

Kota Bogor terletak pada ketinggian 190 sampai 330m dari permukaan laut. Udaranya relatif sejuk dengan suhu udara rata-rata setiap bulannya adalah 26°C dan kelembaban udaranya kurang lebih 70%. Suhu rata-rata terendah di Bogor adalah 21,8°C, paling sering terjadi pada Bulan Desember dan Januari. Arah mata angin dipengaruhi oleh angin muson. Bulan Mei sampai Maret dipengaruhi angin muson barat.

Kemiringan Kota Bogor berkisar antara 0–15% dan sebagian kecil daerahnya mempunyai kemiringan antara 15–30%. Jenis tanah hampir di seluruh wilayah adalah latosol coklat kemerahan dengan kedalaman efektif tanah lebih dari 90 cm dan tekstur tanah yang halus serta bersifat agak peka terhadap erosi. Bogor terletak pada kaki Gunung Salak dan Gunung Gede sehingga sangat kaya akan hujan orografi. Angin laut dari Laut Jawa yang membawa banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor sehingga uap air langsung terkondensasi dan menjadi hujan. Hampir setiap hari turun hujan di kota ini dalam setahun (70%) sehingga dijuluki “Kota Hujan”. Keunikan iklim lokal ini dimanfaatkan oleh para perencana kolonial Belanda dengan menjadikan Bogor sebagai pusat penelitian botani dan pertanian, yang diteruskan hingga sekarang.

Kedudukan geografi Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta lokasinya yang dekat dengan ibukota negara, Jakarta, membuatnya strategis dalam perkembangan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi. Kebun Raya dan Istana Bogor merupakan tujuan wisata yang menarik. Kedudukan Bogor di antara jalur tujuan Puncak/Cianjur juga merupakan potensi strategis bagi pertumbuhan ekonomi.

 

Tempat-tempat menarik

Beberapa tempat menarik di Kota Bogor, di antaranya adalah:

* Kebun Raya Bogor
Sebuah kebun penelitian besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 80 hektar dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi, dan IPB.
* Istana Bogor
Merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan ini dikarenakan aspek historis, kebudayaan, dan fauna yang menonjol. Salah satunya adalah adanya rusa-rusa yang indah yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang.
* Taman Kencana
Adalah sebuah taman kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi anak-anak kecil, kaum muda maupun orang tua yang melepas lelah setelah capai berjalan-jalan di lapangan Sempur ataupun Kebun Raya. Taman ini ramai pada hari minggu saat para orang tua dan anak-anak sedang libur. Dahulu di tengah Taman Kencana terdapat sebuah batu prasasti buatan yang berbentuk elips dan berukuran ±2×2×2 meter. pada batu ini terdapat sebuah tulisan dalam bahasa Indonesia tapi diukir menyerupai tulisan Sansekerta. hingga pada akhirnya batu tersebut diangkat kira-kira antara tahun 2000 sampai 2005.
* Lapangan Sempur
Lapangan yang dahulu merupakan lahan kosong yang dipergunakan sebagai lapangan upacara untuk memperingati HUT Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus ini, sekarang sudah dikelola oleh Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bogor. Lapangan ini sekarang dijadikan sebagai tempat olah raga dan lapangan multifungsi. Di lapangan ini terdapat wall-climb, lapangan basket, lapangan utama untuk bermain bola dan soft/baseball, run-track, lapangan voli beralaskan pasir pantai, area untuk senam. Pada hari minggu tempat ini akan menjadi pasar dadakan, banyak pedagang makanan ataupun alat-alat yang menggelar dagangannya disini setiap hari minggu. Lapangan ini kerap digunakan untuk berbagai even musik.
* Stasiun Bogor
Merupakan stasiun utama kota Bogor yang merupakan warisan dari jaman Belanda. Saat ini Stasiun Bogor hanya melayani rute Jakarta saja, dan sudah tidak melayani rute Sukabumi. Dahulu sekitar tahun 1960-an stasiun ini melayani keberangkatan ke Yogyakarta melalui Sukabumi dan Bandung.
* Taman Topi
Awalnya Taman Topi bernama Taman Kebon Kembang tempat orang berwisata, namun pada tahun 1980-an taman ini berubah fungsi menjadi terminal angkutan kota karena letaknya yang strategis di muka Stasiun Bogor. Terminal tersebut kemudian direnovasi menjadi Taman Topi yang mengusung konsep Bangunan berbentuk Topi, kala itu Taman Topi merupakan salah satu alternatif tempat berwisata sebelum ledakan mal dan plaza melanda Bogor. Taman topi dilengkapi berbagai wahana permainan namun pada sejak tahun 1994 sampai saat ini (tahun 2007) tempat ini menjadi tidak terawat baik karena dikepung oleh pedagang kaki lima dan angkutan kota.
* CICO-Cimahpar Integrated Conservation Offices
Merupakan kawasan pendidikan dan konservasi dengan pendekatan kepada alam, terletak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor. Kawasan ini memiliki beberapa fa*****as pendukung seperti gedung perkantoran, wisma, asrama (dormitory), serta kebun buah, sayur dan tanaman obat. Tempat ini dilengkapi dengan fa*****as panjat tebing, kegiatan luar, dan area outbond. Kawasan ini didedikasikan untuk kepentingan konservasi.
* Dramaga
Terletak di bagian barat dari kota, tepatnya sekitar 12 Km dari pusat Kota Bogor. Wilayah Dramaga merupakan sentra pruduksi manisan basah dan kering, baik itu dari buah-buahan (pala, mangga, jambu batu, kemang, pepaya, kweni, salak, kedondong, atau caruluk) maupun dari bahan sayuran (wortel, labu siam, pare, lobak, bligo, serta ubi jalar).
* Situ Gede atau Setu Gede
* Kampung Jawa
* Gunung Bunder
* Gunung Pancar
* Gunung Gede
* Gunung Salak
* Bogor Square

 

UPDATE NAMA JALAN DI BOGOR

Nama-nama jalan saat ini dan nama jalan pada sekitar tahun 1920an (ref: Gemeentekaart van Buitenzorg 1920 – KIT Library):

Jalan Merdeka = Tjikeumeuh Weg
Jalan Ir.H.Juanda = Groote Weg
Jalan Kapten Muslihat = Bantammer weg
Jalan Panaragan Kidul = Gestich Weg
Jalan Mayor Oking = Bioscoop Weg
Jalan Nyi Raja Permas = Stations Weg
Jalan Dewi Sartika = Park Weg
Jalan M.A Salmun = Gasfabriek Weg
Jalan Sawo Jajar = Laan Van Der Wijk
Jalan Abesin = Wetselaars Weg
Gang Ardio = Parallel Weg
Jalan Gedong Sawah = Mulo Straat
Jalan Gedong Sawah 4 = Binnen Weg
Jalan Pengadilan = Hospitaal Weg
Jalan Kartini = Verlengde Feith Weg
Jalan Semboja = Schenck De Jong Weg
Jalan Dr.Semeru = Tjilendek Weg
Jalan Mawar = Gang De Leau
Jalan Ciwaringin 1 = Gang Edwards
Jalan Perintis Kemerdekaan = Gang Kebon Djahe
Jalan Kantor Batu = Museum Laan
Jalan Gereja = Kerk Weg
Jalan Sekolahan = School Weg
Jalan Empang = Tandjakan Empang
Jalan Siliwangi = Handels Straat
Jalan Batu Tulis = Koepel Weg

Nama jalan yang tidak disebutkan, sebagian besar, tidak berubah namanya. Seperti Jalan Panaragan dulunya Panaragan Weg. Gang Menteng dari dulu tetap bernama Gang Menteng. Jalan Ciwaringin dulunya memang bernama Tjiwaringin Laan. Gang Slot, dari dulu memang bernama Gang Slot. Jalan Pledang, dulunya memang bernama Pledang Weg. Jalan Panaragan memang dari dulu sudah bernama Panaragan Weg. Mantarena, dulunya juga bernama Mantarena. Jalan Pancasan dari dulu sudah bernama Pantjasan Weg.

Ada juga nama jalan yang saat ini terpecah menjadi beberapa nama jalan. Seperti Tjikeumeuh Weg, saat ini menjadi terbagi menjadi tiga jalan, yaitu: Jalan Merdeka, Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Cimanggu. Groote Weg saat ini terbagi menjadi beberapa jalan, yaitu: Jalan Ir.H Juanda dan Jalan Jend Sudirman.

Tentunya ada jalan yang dulu belum ada karena memang masih berupa rawa atau hutan, atau memang tidak dicantumkan di peta tersebut. Seperti Jalan Jalak Harupat dan Jalan Pajajaran.

 

Sumber : berbagai sumber

Kuliner Unik

Brownies NGAKAK Almond online

Kuliner unik sering jadi incaran kita kalo datang ke satu daerah. Apa sih yang bedain kuliner-kuliner unik ini dari kuliner lainnya ?

Kuliner menjadi unik kalo punya kriteria seperti di bawah ini :
1. Nama Kuliner Unik
2. Bahan Baku Kuliner Unik
3. Bentuk Kuliner Unik
4. Ukuran Kuliner Unik
5. Warna Kuliner Unik
6. Cara Penyajian Kuliner Unik
7. Cara Membuat Kuliner Unik

Kuliner Unik Penyajian Ladiesyaki Kuliner Unik Penyajian Angkringan Kuliner Unik Penyajian Eskrim BatokKuliner Unik Mobile RestoKuliner Unik Penyajian Mie Jawa Kuliner Unik Bahan Anak Burung Kuliner Unik Bahan Burger Radish & Carrot Kuliner Unik Bahan Burger Ramen Kuliner Unik Bahan Colenak Madu Kuliner Unik Bahan Gulai Siput Kuliner Unik Bahan laba2_goreng Kuliner Unik Bahan Lumpia Shianghai Kuliner Unik Bahan Nuget Lele Kuliner Unik Bahan Risoles Stroberi Kuliner Unik Bahan Rits-ICe-Cream Kuliner Unik Bahan Sate Kepompong Kuliner Unik Bahan Sate Ular Kuliner Unik Bentuk Anak Ayam Rebus Kuliner Unik Bentuk Burger DPR MPR Kuliner Unik Bentuk Dimsum Hello Kitty Kuliner Unik Bentuk Nasi Goreng Kuliner Unik Bentuk Toastcream Kuliner Unik Kemasan Keripik Kuliner Unik Nama Bakso Galau Kuliner Unik Nama Imah Monyet Kuliner Unik Nama Kedai Monyet Kuliner Unik Nama Mie Janda Kuliner Unik Nama Neng YEYE

Cokelat

Brownies-NGAKAK-Coklat

Tanaman cokelat (Theobrama cacao L) termasuk familia sterculiaceae, tanaman ini berasal dari hutan-hutan Amerika. Banyak jenis dari tanaman cokelat, akan tetapi jenis yang paling banyak ditanam hanya 3 jenis yaitu jenis Criollo, jenis Forastero,dan jenisTrinitario.

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Malvales
Famili: Sterculiaceae
Genus: Theobroma
Spesies: Theobroma cacao L.

Cokelat adalah sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao (Theobroma cacao). Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman, walaupun dipercaya bahwa dahulu cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan.

Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan, mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko. Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.

Residu cokelat yang ditemukan pada tembikar yang digunakan oleh suku Maya kuno di Río Azul, Guatemala Utara, menunjukkan bahwa Suku Maya meminum cokelat di sekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama yang mendiami daerah Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman xocolātl yang berarti minuman pahit. Menurut mereka, minuman ini perlu dikonsumsi setiap hari, entah untuk alasan apa. Namun, tampaknya cokelat juga menjadi simbol kemakmuran.

Cara menyajikannya pun tak sembarangan. Dengan memegang wadah cairan ini setinggi dada dan menuangkan ke wadah lain di tanah, penyaji yang ahli dapat membuat busa tebal, bagian yang membuat minuman itu begitu bernilai. Busa ini sebenarnya dihasilkan oleh lemak kokoa (cocoa butter) namun kadang-kadang ditambahkan juga busa tambahan. Orang Meso-Amerika tampaknya memiliki kebiasaan penting minum dan makan bubur yang mengandung cokelat.

Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperolah. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM – 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merah, vanila, atau rempah-rempah lain. Minuman Xocoatl juga dipercaya sebagai pencegah lelah, sebuah kepercayaan yang mungkin disebabkan dari kandungan theobromin di dalamnya.Cokelat adalah sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao (Theobroma cacao). Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman, walaupun dipercaya bahwa dahulu cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan.

Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian bahkan sebagai pernyataan cinta. Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia. Selain dikonsumsi paling umum dalam bentuk cokelat batangan, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.

Cokelat mengandung alkaloid-alkaloid seperti teobromin, fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak. Menurut ilmuwan cokelat yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat menurunkan tekanan darah. Cokelat hitam akhir-akhir ini banyak mendapatkan promosi karena menguntungkan kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, termasuk kandungan anti oksidannya yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas dalam tubuh.

Brownies-NGAKAK-Pohon-Coklat

Almond

Brownies-NGAKAK-Almond

Badam, Amandel atau Almond merupakan bagian dari subkeluarga Prunoidae dari keluarga Rosaceae. Tumbuhan ini berada di klasifikasi yang sama dengan persik dalam subgenus Amygdalus di dalam Prunus, dibedakan dari subgenera lain oleh cangkang bergelombang (endocarp) sekitar biji. Buah badam merupakan buah yang dihasilkan oleh pohon Prunus dulcis.

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Rosales
Famili: Rosaceae
Upafamili: Prunoideae or Spiraeoideae
Genus: Prunus
Upagenus: Amygdalus
Spesies: P. dulcis

Jika biasanya buah Prunus dilapisi oleh daging buah yang manis seperti yang ada pada prem dan ceri, pada buah badam digantikan oleh pelapis dengan tekstur seperti bahan kulit, yang di dalam cangkang kerasnya mengandung biji yang dapat dimakan, biasanya disebut sebagai kacang.

Almond adalah spesies pohon asli dari  Timur Tengah dan Asia Selatan. Buah almond adalah buah berbiji, yang terdiri dari lambung luar dan cangkang keras dengan biji (berupa kacang semu) di dalam. Mengupas almond adalah mengupas cangkang untuk mengeluarkan biji. Almond dijual dikupas (yaitu, setelah cangkang dikupas), atau dengan kulit (yaitu, dengan cangkang masih menempel). Almond yang dikupas adalah almond yang telah diproses dengan air panas untuk melunakkan cangkang.

Sementara almond sering dimakan sendiri, mentah atau panggang, juga merupakan komponen dari berbagai hidangan. Almond tersedia dalam berbagai bentuk, seperti keseluruhan, iris (dipipihkan, belah), dan tepung. Almond menghasilkan minyak almond dan juga dapat dibuat menjadi mentega almond atau susu almond. Produk ini dapat digunakan dalam hidangan manis dan gurih.

Almond dapat diolah menjadi pengganti susu yang disebut susu almond; tekstur kacang yang lembut, rasa ringan, dan berkilat (ketika berkulit) membuat analog yang efisien untuk susu, dan pilihan kacang yang baik untuk orang-orang intoleran terhadap laktosa.

Tepung almond sering digunakan sebagai pengganti tepung terigu yang bebas gluten dalam memasak dan baking.

Almond mengandung polifenol di kulit mereka, terdiri dari flavonol, flavan-3-ols, asam hidroksibenzoat dan flavanon yang analog dengan buah-buahan dan sayuran tertentu. Senyawa fenolik dan serat diet prebiotik kulit almond memiliki nilai komersial sebagai aditif makanan atau suplemen diet.

Brownies-NGAKAK-Pohon-Almond

Libur Bareng Teman

Musim libur kurang seru kalo gak berangkat-bareng sama teman-teman. Coba banyangkan betapa “garing” kalo kita pergi liburan cuman sendiri. Berikut ini beberapa tips untuk membuat liburan Kamu lebih berkesan.

NGAKAK Libur Bareng Teman 1

NGAKAK Libur Bareng Teman 2

NGAKAK Libur Bareng Teman 3

 

Mau Punya Umur Yang Panjang dan Tetap Cantik ? Sering-Seringlah Tertawa

Ngakak Jepang 5

1. Dengan tertawa, daya ingat kamu bisa kembali tajam
Dari sebuah studi yang dilakukan Loma Linda University di California, AS, ditemukan bahwa tertawa bisa memperbaiki daya ingat. Bahkan untuk orang yang lanjut usia. Peneliti melakukan percobaan dengan meminta peserta penelitian mengerjakan tes memori jangka pendek. Setelah itu, mereka diminta menonton video-video lucu sebelum kembali menjalani tes memori.

Hasilnya, mereka terbukti lebih jago saat menjalani tes memori jangka panjang sesudah tertawa menonton video lucu. Dijelaskan bahwa humor gak hanya melepaskan tawa namun juga memberi dampak pada daya ingat dengan merangsang gelombang gamma di otak kamu.

2. Tertawalah demi kesehatan jantungmu
Jangan serius-serius amat. Punya selera humor punya pengaruh baik bagi jantungmu. Tergelak tawa bisa memberi kamu perlindungan dari ancaman serangan jantung, menurut hasil penelitian pada 2009. Studi itu menunjukkan bahwa orang-orang yang menderita penyakit jantung ternyata adalah orang-orang yang malas tertawa lepas. Dibandingkan dengan orang sebaya yang tak menderita penyakit jantung, penderita sakit jantung cenderung lebih jarang ketawa terbahak-bahak.

Mulai sekarang, perbanyak lagi tertawa. Tertawa lepas dan bukan tertawa jaim, ya.

3. Gelak tawa mampu membakar kalorimu
Tahu kenapa istilah “mengocok perut” sering diasosiasikan dengan “tertawa”? Itu karena secara harfiah tertawa mengocok dan mengguncang perut buncitmu hingga membakar lemak-lemak di dalamnya. Cukup tertawa 15 menit perhari, maka kamu udah membakar 10-40 kalori.

Dari jurnal mengenai obesitas terungkap bahwa saat terbahak-bahak jantung kamu berdetak lebih cepat dari biasanya, otot-otot di sekitar dada dan perut bekerja 10-20% lebih keras dan itu menguras energi. Dari mana energi dihasilkan? Tak lain dan tak bukan ialah dari hasil pembakaran kalori. Jika rutin ketawa tiap hari selama setahun bisa mengurangi 1-2 kg, kenapa kita gak ketawa dari sekarang?

4. Selain mengurangi stres, tertawa bisa meredakan rasa sakit
Layaknya pain killer yang diproduksi secara alami oleh tubuhmu, tertawa bisa membantu meredakan rasa sakit. Jika menurut kamu ini mengada-ada, silakan simak pernyataan The Mayo Clinic yang mengatakan bahwa tawa mampu menghentikan nyeri-nyeri akibat kejang otot.

Baik itu sakit secara fisik maupun sakit perasaan, cobalah tertawa agar sakitmu bisa segera mereda. Atau coba menonton acara komedi jika kamu baru aja patah hati. Yah…mungkin aja membantu.

5. Tawa menghasilkan endorfin, hormon pembawa kebahagiaan
Endorfin selama ini dikenal sebagai hormon yang bertanggungjawab memberi sensasi bahagia, lega, kenyamanan dan cinta. Makanan manis seperti cokelat dan es krim, misalnya, memacu produksi endorfin dalam tubuh. Namun sebenarnya kamu bisa memproduksi hormon ini tanpa menglonsumsi apapun. Aktivitas tertawa “ha ha ha” sendiri bisa memacunya.

Saat rahang kamu menganga untuk tertawa, otak dengan sigap melepas hormon ceria ini. Makanya kita sering sekali tertawa tebahak-bahak hingga perut sakit! Itu karena tertawa sendiri membuat kita senang.

6. Udahan stres-nya. Dibawa ketawa aja, yuk!
Dengan ketawa terbahak-bahak, oksigen yang menyegarkan bakal menstimulus organ tubuh kamu. Oksigen yang diterima tubuh akan memberi sensasi relaksasi pada otot-otot yang tegang akibat stres. Ketawa yang besar memberi dampak pada sirkulasi darah, detak jantung dan tekanan darah, yang hasilnya akan bikin kamu kembali rileks dan tenang.

Ngakak Jepang 5